Mengenal Desa Sen Asen, Kecamatan Konang, Bangkalan


    
Kecamatan Konang, tepatnya di Desa Sen Asen merupakan lokasi pengabdian KKN kelompok 40. Desa Sen Asen  adalah salah satu Desa yang memiliki beberapa Dusun di Kecamatan Konang, kondisi perekonomian dan kualitas sumber daya manusia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan adanya perumusan arahan pengembangan daerah tertinggal yang sesuai untuk karakteristik atau tipe daerah tertinggal Kabupaten Bangkalan.
Setelah melakukan survei lapang, dapat diketahui bahwa kondisi Desa Sen Asen Kecamatan Konang ini perlu adanya perhatian khusus oleh pemerintah setempat. Masyarakat disana rata- rata mempunyai pekerjaan tidak tetap. Tingkat pendidikan wajib belajar yakni 12 Tahun. Setelah lulus rata- rata masyarakat tidak bekerja atau memiliki pekerjaan tidak tetap.
Meskipun mayoritas penduduk disana bekerja sebagai petani, hasil tani mereka tidak mencukupi kebutuhannya. Hasil panen yang terdapat di Desa Sen Asen yakni jagung, padi, dan kacang tanah. Meningkatnya hasil produksi jagung tersebut juga dikarenakan kondisi  lingkungan yang bisa mendukung daya  tumbuh atau perkembangan tanaman jagung. Di Madura rata-rata memiliki tanah yang yang kering dan kekurangan air sedangkan untuk tanaman jagung sendiri dibutuhkan lahan yang kering. Jadi dengan lahan yang seperti itu maka dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung. Hal tersebut dapat kita peroleh dari hasil wawancara dengan bapak Mastuki selaku salah satu tokoh masyakarakat. Hasil jagung tersebut tiap panen yang diperoleh setiap penduduk berkisaran 1 kwintal.
Jagung merupakan salah satu sumber karbohidrat yang bisa menjadi makanan alternatif pengganti beras. Jagung termasuk salah satu jenis makanan yang mudah dikenali dari bentuk fisiknya yaitu biji yang bewarna kuning dan berderet memanjang mengelilingi bonggolnya. Jagung bakar dan jagung rebus merupakan dua cara menjadikan jagung sangat nikmat untuk dimakan. Sedangkan untuk dua cara di atas sudah termasuk cara yang sangat biasa, untuk meningkatkan nilai jual jagung di Desa Sen Asen Kecamatan Konang. Kita memiliki usulan program kerja yaitu pembuatan es krim jagung pisang (japri) maka dengan cara ini kami dapat meningkatkan nilai jual pada jagung tersebut.
Pisang merupakan tanaman yang melimpah di Desa Sen Asen Kecamatan Konang hal ini dapat kami ketahui berdasarkan hasil survei dan wawancara dengan kepala desa serta masyarakat sekitar. Buah pisang dimanfaatkan masyarakat untuk dikonsumsi sehari-hari. Pengelolaan buah pisang di desa tersebut masih sangat monoton, sehingga membuat masyarakat bosan untuk mengkonsumsinya. Padahal buah pisang memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti serat, vitamin B6, vitamin C, potassium (kalium) yang banyak memberikan manfaat bagi orang yang mengkonsumsinya. Melihat kondisi potensial ini, pisang dapat digunakan sebagai lahan bisnis yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan.
Lahan pisang yang cukup luas yang berada pada desa Sen Asen membuat masyarakat dapat melakukan panen setiap empat bulan sekali. Lahan perkebunan tersebut banyak dimiliki oleh masyarakat sekitar. Separuh dari masyarakat di sana memiliki kebun pisang sendiri, sehingga hasil wawancara yang dilakukan pada masyarakat Sen Asen didapatkan data bahwa setiap panen masyarakat dapat menghasilkan 7 hingga 10 tandan pisang per-lahannya. Dari jumlah lahan yang diperkebunan pisang yang dimiliki masyarakat, masyarakat menyebutkan bahwa desa Sen Asen setiap satu kali panen dapat menghasilkan 600 tandan pisang per empat bulannya, dan jika dikalikan sekitar 1200 tandan yang dapat dihasilkan masyarakat yang ada di desa Sen Asen setiap satu tahunnya.
      Pengembangan usaha dengan adanya paguyuban kewirausahaan merupakan salah satu solusi riil guna menjawab berbagai permasalahan tersebut. Pengembangan hasil produk olahan hasil pertanian yang ada di Desa Sen Asen berbasis usaha dengan adanya home industri dapat menciptakan stabilitas perekonomian masyarakat, dan secara langsung akan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selain itu, pengembangan produk olahan hasil pertanian berbasis usaha paguyuban kewirausahaan memberikan dampak berganda ( multiple effect ) bagi kesejahteraan masyarakat yang masih menganggur dan meningkatkan mutu perekonomian.


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending

Arsip Blog

Newsletter

Categories

Popular Posts

Recent Posts